Kapan Waktu Terbaik untuk Dapatkan Vaksin Booster Saat Puasa Ramadhan? Edukator Kesehatan Beri Jawaban

- 7 April 2022, 04:45 WIB
Ilustrasi - kapan waktu terbaik untuk dapatkan vaksin booster saat puasa.
Ilustrasi - kapan waktu terbaik untuk dapatkan vaksin booster saat puasa. /Pexels.com/@gustavo-fring

JOMBANG UPDATE - Vaksin booster Covid-19 menjadi salah satu syarat bagi pemudik, terutama bagi mereka yang menggunakan moda transportasi kereta api maupun pesawat.

Alhasil, cakupan vaksin booster meningkat secara konsisten. Bahkan pada tingkat nasional, menurut Prof. Wiku Adisasmito,Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 melalui keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, disebutkan bahwa vaksinasi naik sekitar 15 kali lipat dalam tiga bulan.

Prof Wiku juga berujar, vaksin booster sebagai perlindungan diri agar pemudik tidak membawa virus saat bersilaturahmi.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan para ahli imunologi, pembentukan antibodi dalam tubuh rata-rata membutuhkan waktu 1-2 minggu setelah penyuntikan, sehingga masyarakat setidaknya perlu mendapatkan vaksin booster 2 minggu sebelum mudik.

Baca Juga: Info Vaksin Booster Pfizer Malang, Catat Jadwal dan Syaratnya

Baca Juga: Info Vaksin Malang City Point: Dosis 1, 2 dan Booster, Catat Jadwal dan Persyaratannya

Bahkan walau dalam nuansa bulan puasa, vaksinasi booster Covid-19 tetap boleh berlangsung, dimana dilansir dari laman covid.go.id, vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Merujuk pada hal tersebut, lantas kapan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin booster saat bulan puasa?

Seperti dikutip JOMBANG UPDATE dari ANTARA News, edukator kesehan dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa pemberian suntikan vaksin dapat dilakukan saat puasa maupun malam hari setelah berbuka.

Kendati demikian, Fajri menekankan bahwa perlu untuk memerhatikan jenis vaksin yang didapatkan untuk vaksinasi booster.

Karena menurutnya, baik Moderna maupun Pfzer, efek sampingnya cukup tinggi.

"Kalau Moderna lalu Pfizer, side effect atau KIPI-nya cukup tinggi. Demamnya, tidak enak badan, pegal, meriang. Tetapi memang tidak langsung sekitar 18 jam kemudian," tutur Fajri dikutip dari ANTARA.

Berdasarkan jenis vaksin, Fajri pun menyarankan vaksinasi dilakukan saat malam hari atau mendekati waktu berbuka.

Namun, vaksin booster tetap bisa dilakukan saat berpuasa, hanya saja kondisi tubuh harus benar-benar bugar.

Baca Juga: Info Vaksin 1, 2 dan Booster Mojokerto untuk Jenis Vaksin Astrazeneca hingga Moderna

Baca Juga: Info Vaksin Booster Green Sedayu Mall Cengkareng, Bisa Daftar Langsung (OTS) dan Aplikasi JAKI

"Kalau saat berpuasa, idealnya tubuhnya fit, pola hidupnya teratur dulu, tidur cukup untuk membantu meningkatkan kadar antibodi. Jangan baru tidur jam 02.00, jam 04.00 sahur lalu jam 08.00 disuntik, ntar keleyengan," tambah Fajri.

Sebaliknya, jika kondisi tubuh sedang kurang sehat, Fajri menyarankan untuk menunda vaksinasi.

"Kalau tidak fit, ada gejala COVID-19, demam, meriang mendingan jangan, apalagi lansia, ada penyakit gula, pusing, maag kambuh, jangan dulu," pesan Fajri.

Demikian informasi tentang kapan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin booster menurut edukator kesehatan.***

Editor: Anggita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x