60 Orang Diamankan Dalam Upaya Penangkapan MSA DPO Pencabulan, Anak Kiai di Jombang Sudah Ditemukan?

7 Juli 2022, 14:27 WIB
Jalan menuju ponpes di Ploso Jombang. Dalam proses pencarian MSA, lebih dari 60 orang di dalam Ponpes diamankan pihak kepolisian, Kamis 7 Juli 2022. /Apriani Alva/JombangUpdate.com

JOMBANG UPDATE - Polda Jatim dan Polres Jombang masih berupaya menangkap MSA, DPO pencabulan yang dikenal sebagai anak kiai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes)  Jombang.

Dalam proses pencarian MSA, lebih dari 60 orang di dalam Ponpes diamankan pihak kepolisian, Kamis 7 Juli 2022.

Kombes Pol Dirmanto mengatakan akan mencari MSA hingga ditemukan.

Baca Juga: Upaya Pencarian DPO Pencabulan Anak Kiai Masih Bergulir, Kombes Pol Dirmanto: Kami Masih Berusaha

Ia juga mengungkapkan telah memeriksa sejumlah orang di dalam pondok pesantren yang berlokasi dekat dengan pasar Ploso.

"Tadi yang kami amankan sekitar 60 orang lebih dan di dalam masih ada yang kita periksa dan kita pilah-pilah. Ya, mudah-mudahan cepat ditangkap," ujarnya.

Saat ditanya mengenai adanya anggota kepolisian korban yang terluka, pihak polisi mengungkapkan kondisi semua pihak aman.

"Nggak ada. Nggak ada. Tadi cuma dorong-dorongan saja," ungkapnya.

Baca Juga: Video Kapolres Jombang Bertemu Kiai Viral, Ayah DPO Pencabulan Sebut Fitnah

Upaya penangkapan MSA telah dilakukan berkali-kali oleh pihak berwajib.

Terakhir, terjadi negosisi antara Kapolres Jombang dengan sang kiai yang sempat viral melalui video yang beredar di social media.

Sebelum viral proses penangkapan DPO pencabulan, sosok MSA dikenal sebagai anak kiai terkemuka di Ploso Jombang, Jawa Timur.

MSA dilaporkan ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019 dengan surat Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Pengasuh ponpes MSA dilaporkan telah dilaporkan melakukan tindakan pencabulan pada NA, santriwatinya.

Penyidik Polda Jatim kemudian menetapkan MSA sebagai tersangka.

Setelah berjalan 3 tahun, berkas penyidikan MSAT dinyatakan lengkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Pada saat yang sama, polisi menetapkan MSA sebagai DPO karena ia tidak koperatif dalam dalam memenuhi panggilan pihak kepolisian.***

Editor: Apriani Alva

Tags

Terkini

Terpopuler